Minggu, 24 November 2019

Ada apa dengan anakku

Ceo, panggilan singkatku untuknya. Seorang lelaki yang paling kucintai saat ini. Buah hatiku yang menjadi sumber harapku, namun tak jarang jadi sumber air mataku. Di usianya yang sudah 22 bulan, tak banyak kata yang bisa ia ucapkan. Hanya "mamama","gigi", "hoeee" untuk hore, "emuah", "baa" untuk cilukba, "apaaa iya ya" saat akting menelepon. Selebihnya bahasa sesuka hatinya seperti bayi. Kadang dipanggil mau menengok, tak jarang ia seolah tak mendengar. Dia paling suka di gendong dan dipeluk, bahkan ia akan selalu tersenyum kepada siapa saja, membalas ciuman dengan malu malu, bahkan ia akan mencium duluan (hanya kepadaku). Dia begitu senang diperhatikan, tiap melakukan sesuatu hal ia akan melihat kepada orang sekitar agar memperhatikannya. Ia juga akan sangat senang bila berhasil melakukan sesuatu dan di puji pintar. Meski itu hal sederhana, seperti mematikan lampu, memasukan donat2 edukasi, pipis di wc, berhasil memanjat.

Dia memang belum pandai berkata2, tetapi lewat dia, aku banyak belajar. Belajar bersabar dan bersyukur. Kita berjuang sama-sama ya Ceo ku.

Dari mama yang tak bisa tidur

Tidak ada komentar:

Posting Komentar