Selasa, 24 Mei 2016

Kalau aku ingin berhenti memikirkanmu, boleh yaa..?

Namun, Tuhan terlalu sempurna menciptakanku dengan hati yang rela saja untuk mengungkitmu kembali.

Tiada kabarmu, membuatku ingin melangkah mundur, bersama keberadaanmu yang kian menjauh.

Alih-alih ingin "membalas dendam" kepadamu, malah aku yang semakin meradang dengan kesepian.

Mungkin ini yang disebut cinta tak sepadan. bukan harta yang menjadi tolak ukurnya, namun seberapa besar yang kurasakan, tak seperti yang kau rasakan. Mungkin aku yang salah menimbang, atau aku yang terlalu pamrih terhadapmu. Bukankah cinta seharusnya dilabeli ketulusan? tapi apakah salah bila ku ingin menerima balasan dari tiap doa dan harapku?

Mungkin tak seharusnya kubebankan ini pada dia, mungkin aku saja yang terlalu berharap, pada dia yang hingga kini tak bisa kuikhlaskan untuk pergi dalam hidupku.

Mungkin dia tak tahu rasa ini, karena akupun tak pernah menyiratkan bahkan menyuratkannya. Aku takut dia terluka, dia kembali hilang dalam mimpiku...