Hanya Isyarat..
Sebuah cerpen yg juga sekaligus bagian dari 5 kisah di film layar lebar Indonesia yang berjudul Rectoverso
sebuah kutipan cerpen yang membuatku kembali ke masa itu, masa dimana Hanya Isyarat yang mampu kucipta:
Namun orang itu hanya mampu kugapai sebatas punggungnya saja.
Seseorang yang cuma sanggup kuhayati bayangannya dan tak akan kumiliki
keutuhannya. Seseorang yang hadir sekelebat bagai bintang jatuh yang
lenyap keluar dari bingkai mata sebelum tangan ini sanggup mengejar.
Seseorang yang hanya bisa kukirimi isyarat sehalus udara, langit, awan,
atau hujan. Seseorang yang selamanya harus dibiarkan berupa sebentuk
punggung karena kalau sampai ia berbalik niscaya hatiku hangus oleh
cinta dan siksa,
Tepat semalam, aku menonton film ini..seperti biasa, asal mengganti remote televisi..sampai tibalah, aku menonton film ini.. Film yang sebenarnya sudah lama kutahu keberadaannya..Namun tak membuatku tertarik untuk menonton sebelum membaca cerpennya..yang sampai detik ini belum kubeli dan kulahap habis..
Setelah menonton semalam dengan butir-butir airmata yang menemani, aku pasti membeli kumpulan cerpen ini..cepat atau lambat..tergantung gajian.. *jreng*
Aku menangis dalam diam. Ntah apa yang ingin kutangiskan,,mengingat "dia" dengan punggungnya..atau aku hanya cengeng ketika mencoba menyelami menjadi si "abang" di malaikat juga tahu yang cintanya tulus nan polos.. atau aku hanya mencari alasan untuk bisa menangis..
"dia" dengan punggungnya, kulihat dia di kala itu, di tiap pagi itu..namun terkadang, punggungnya pun tak kutemui di pagi itu.. mencari bayangnya pun aku perlu berhati-hati, aku tak ingin ia melihat bayangku juga..biarkan aku saja yang melihat bayangnya,,itu cukup..sangat cukup..
aku terkadang bisa melihat senyumnya atau jangan-jangan, aku menghayalkan senyumnya..
mendengar suaranya yang sayup-sayup atau jangan-jangan, aku menerka-nerka suaranya..
Pertemuan tak terduga, setelah bertahun-tahun kukubur semua ingin dan impiku.. bila ada cinta bertepuk sebelah tangan, mungkin ini pun pertemuan bertepuk sebelah tangan.. Hanya aku yang merasakan kehadirannya..menciumi aroma kisah masa laluku, menatap kembali punggungnya yang tampak lebih tangguh.. jarak kami tak lebih dari 3 langkah untukya menyadari kehadiranku..dia takkan pernah menyadarinya..ku berjalan melewatinya, meninggalkan punggungku untuknya..meski ia takkan pernah melihat..setidaknya, kini aku tak perlu lagi melihat punggungnya..punggung yang tak pernah mencoba berbalik..Ini Hanya Isyarat untuk "dia" yang tersesat di pikiranku..